Topik perut kitten buncit – Anak kucing atau kitten memang memiliki kondisi tubuh yang jauh lebih rentan dibanding kucing dewasa. Sistem pencernaan, kekebalan tubuh, hingga organ dalamnya masih dalam tahap perkembangan.

Karena itu, wajar jika banyak pecinta dan pemilik kucing merasa khawatir terhadap setiap perubahan fisik yang terjadi pada kitten peliharaannya. Salah satu kondisi yang paling sering menimbulkan tanda tanya besar adalah perut kitten buncit.
Tidak sedikit pemilik kucing yang bingung, apakah perut kitten buncit termasuk kondisi normal atau justru tanda bahaya. Ada kitten yang terlihat aktif dan lincah meski perutnya membesar, namun ada juga yang tampak lemas, kurus, dan nafsu makannya menurun.
Inilah yang membuat banyak orang kesulitan membedakan perut buncit kitten yang wajar dengan perut buncit kitten yang berbahaya. Untuk itu, penting bagi pecinta kucing memahami fakta di balik kondisi ini agar tidak terlambat mengambil tindakan.
Yuk, simak fakta dan ulasan penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Baca Juga: Waspada! 6 Penyebab Kucing Tiba-Tiba Lumpuh, Jangan Sepelekan!
Mengenal Kondisi Perut Kitten Buncit
Sebelum Anda panik berlebihan, ada baiknya Anda mengenal anatomi dasar dan kondisi fisik normal pada anak kucing. Secara alamiah, perut kitten buncit sedikit setelah makan adalah hal yang wajar.
Anak kucing memiliki perut yang relatif besar dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka yang mungil. Selain itu, otot-otot dinding perut mereka belum sekuat kucing dewasa, sehingga ketika lambung terisi makanan, perut akan terlihat menonjol keluar.
Namun, “buncit” yang normal memiliki karakteristik tertentu. Biasanya, perut kitten buncit karena makan akan terasa sedikit padat namun tetap lunak (seperti balon yang tidak ditiup penuh) dan akan kembali kempes atau mengecil setelah buang air besar atau beberapa jam setelah makan.
Kucing pun tetap aktif bermain, matanya cerah, dan nafsu makannya stabil. Namun pada kondisi lain, perut buncit justru menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius. Pada kitten usia di bawah 3 bulan, perut yang sedikit membulat memang cukup sering dijumpai. Hal ini bisa terjadi karena:
- Saluran pencernaan belum sempurna
- Pola makan masih tidak teratur
- Tubuh kitten masih menyimpan cadangan lemak dan cairan
Namun, perut kitten buncit yang tidak normal biasanya disertai tanda lain seperti badan kurus, bulu kusam, diare, muntah, atau penurunan aktivitas. Inilah yang harus diwaspadai oleh Anda sebagai pemilik kucing.
Maka dari itu, kondisi perut buncit pada kitten perlu dilihat dari durasi, tekstur perut, dan gejala penyerta, bukan hanya dari ukuran perutnya saja.
Penyebab Perut Anak Kucing Buncit Karena Apa?
Ada berbagai penyebab perut kitten buncit, mulai dari yang ringan hingga yang tergolong berbahaya. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Infeksi Cacing (Cacingan)
Penyebab paling umum dari perut kitten buncit adalah infeksi cacing. Cacing seperti cacing gelang kucing sering menyerang anak kucing dan menyebabkan perut membesar, meski tubuhnya terlihat kurus. Cacing ini bisa ditularkan dari induknya melalui air susu atau plasenta bahkan sebelum mereka lahir.
Cacing menyerap nutrisi dari tubuh kitten sehingga:
- Perut membuncit
- Berat badan sulit naik
- Bulu terlihat kusam
- Sering diare atau muntah
Melansir laman Pet MD, bahwa memang cacing gelang merupakan salah satu parasite kucing yang paling umum sehingga diperkirakan menginfeksi lebih dari 75% anak kucing. Maka dari itu, disarankan untuk memperlakukan setiap anak kucing yang belum diobati untuk cacing seolah-olah mereka terinfeksi, terlepas dari latar belakangnya.
2. Ada Gangguan Pencernaan dan Gas Berlebih di Perut
Sistem pencernaan kitten memang masih sangat sensitif. Perubahan susu (misalnya memberikan susu sapi yang mengandung laktosa) atau pergantian merk makanan secara mendadak dapat menyebabkan gas menumpuk di usus. Kondisi ini bisa memicu perut kitten buncit yang terasa keras dan tidak nyaman.
3. Penumpukan Cairan di Rongga Perut
Penumpukan cairan (ascites) merupakan tanda serius. Cairan ini bisa berasal dari gangguan hati, infeksi berat, atau penyakit virus tertentu. Selain itu, perut kitten yang membuncit karena adanya cairan biasanya terlihat besar, tidak mengempis setelah BAB, dan timbul rasa lemas serta penurunan nafsu makan kitten.
4. Terkena Infeksi Virus (FIP)
Ini adalah penyebab yang paling ditakuti oleh seluruh pecinta kucing di dunia. FIP disebabkan oleh mutasi Feline Coronavirus. Pada tipe basah (wet form), virus menyebabkan peradangan pada pembuluh darah sehingga cairan plasma bocor ke rongga perut (abdomen).
Akibatnya, perut kitten buncit berisi cairan berwarna kuning pekat dan lengket. Buncit karena FIP biasanya terlihat sangat besar, menggantung ke bawah, namun kucing terlihat sangat kurus (tulang punggung menonjol), lesu, dan sering demam. Melansir pemaparan International Cat Care, bahwa memang infeksi virus FIP sering menyerang pada kucing muda atau kitten (kurang dari 2 bulan).
5. Sembelit Kucing
Anak kucing, terutama yang masih sangat kecil (di bawah 4 minggu), seringkali membutuhkan stimulasi dari induknya untuk buang air besar. Feses yang menumpuk ini akan membuat perut kitten buncit dan keras saat diraba.
Baca Juga: Amankah Yakult untuk Kucing Susah BAB? Cek Faktanya!
Bahayakah Perut Kitten Buncit? Cek Faktanya

Banyak informasi simpang siur di media sosial yang mengatakan, “Ah, itu cuma buncit gemuk, lucu kok!” Padahal, faktanya bisa sangat berbeda. Lantas, bahayakah perut kitten buncit? Jawabannya: Ya, bisa berpotensi bahaya, tergantung penyebabnya.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui seputar fakta pada kondisi kitten buncit. Berikut beberapa faktanya:
Fakta 1: Buncit Bukan Berarti Gemuk Sehat
Kucing yang gemuk sehat (obese) akan memiliki timbunan lemak yang merata di seluruh tubuh, termasuk di leher, punggung, dan pangkal ekor. Sedangkan perut kitten buncit yang berbahaya biasanya hanya perutnya yang besar, sementara kakinya kurus yang menjadi ciri malnutrisi atau penyakit
Fakta 2: Cacingan Bisa Mematikan pada Kitten
Banyak orang yang masih menganggap remeh cacingan. Melansir laman VCA Animal Hospitals, Padahal, infeksi cacing gelang yang banyak atau masif (menyebabkan perut kitten buncit) bisa menyebabkan penyumbatan usus dan merampas nutrisi penting dari anak kucing yang sedang tumbuh. Selain itu, sejumlah besar cacing yang bermigrasi juga dapat menyebabkan peradangan paru-paru dan batuk.
Fakta 3: FIP Basah Adalah Kondisi Serius yang Mengancam Nyawa Kitten
Jika perut kitten buncit disebabkan oleh FIP basah, ini bukan sekadar masalah pencernaan. Melansir laman Asian Journal of Healthy and Science, bahwa tanpa pengobatan antivirus khusus, tingkat kematian FIP hampir 90% pada kucing. Cairan yang menumpuk di perut akan menekan diafragma, membuat kucing sesak napas. Jadi, apabila banyak yang masih menganggap perut kitten buncit sebagai hal sepele, maka itu adalah kesalahan fatal sebagai pemilik kucing.
Fakta 4: Risiko Gangguan Pertumbuhan pada Kitten Perut Buncit
Kondisi adanya parasit di pencernaan kucing akan mengganggu penyerapan nutrisi kitten sehigga bisa menyebabkan stunting pada kucing. Dampaknya, kucing tidak akan mencapai ukuran tubuh maksimalnya, bulunya kusam, dan sistem imunnya lemah seumur hidup.
Untuk menentukan kondisi ini berbahaya atau tidak untuk kitten. Anda bisa memahami sejumlah gejala yang menyertainya. Perut kitten buncit tidak berbahaya jika:
- Kitten aktif dan lincah
- Nafsu makan baik
- Perut tidak semakin membesar
- Tidak disertai diare atau muntah
Namun, perut kitten buncit sangat berbahaya jika:
- Terjadi dalam waktu lama
- Disertai penurunan berat badan
- Kitten terlihat lemas
- Ada cairan di perut
Risiko Kesehatan Jika Perut Buncit Kitten Dibiarkan Terlalu Lama
Seringkali pemilik kucing menunda membawa ke dokter hewan dengan harapan “nanti juga kempes sendiri”. Padahal, membiarkan kondisi perut kitten buncit tanpa penanganan memiliki risiko kesehatan jangka panjang dan jangka pendek yang serius. Berikut beberapa risikonya:
- Kekurangan Nutrisi Kronis
- Kerusakan Organ Dalam
- Penurunan Imunitas
- Kesulitan bernapas
- Infeksi Sekunder
- Kematian pada Kasus Berat (FIP)
Kapan Perut Buncit pada Kitten Perlu Dibawa ke Dokter Hewan?
Sebagai pemilik yang cerdas, Anda harus tahu kapan saatnya berhenti melakukan perawatan rumahan dan segera lari ke klinik hewan. Tidak semua perut kitten buncit harus masuk klinik hewan, tapi ada tanda-tanda vital yang harus diwaspadai yaitu:
- Perut kitten buncit lebih dari 5–7 hari
- Badan semakin kurus
- Nafsu makan menurun
- Muncul demam
- Kitten sering bersembunyi dan lemas
Diagnosis dini sangat penting, terutama jika dicurigai infeksi virus FIP atau gangguan organ dalam.
Cara Mengatasi Perut Anak Kucing Buncit tapi Kurus

Kondisi anak kucing buncit tapi kurus memang perlu diberikan perhatian khusus dari Anda. Berikut adalah langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah ini, mulai dari perawatan dasar hingga medis.
- Pemberian obat cacing rutin
- Perbaiki nutrisi kucing atau makanan basah bergizi tinggi khusus buat kitten
- Melakukan tes diagnosis virus FIP secaara mandiri dengan alat khusus yang bisa dibeli bebas
- Memantau kondisi dan berat badan kucing setiap hari
Baca Juga: 7 Cara Merawat Kucing FIP Basah dan Obat Penyembuhannya!
Solusi Mengobati Perut Kitten Buncit karena Virus FIP dengan Obat FIP Tablet dari NusaPet
Melihat perut kitten buncit yang berisi cairan tentu menyedihkan buat Anda. Perut kitten buncit bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele. Namun, tindakan cepat Anda adalah penentu nyawa mereka. Meski pada beberapa kasus bisa bersifat normal, perut buncit juga bisa menjadi tanda gangguan serius seperti infeksi cacing berat atau penyakit virus FIP.
Jika Anda mendapati perut kitten buncit disertai badan kurus, lemas, dan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk mengambil langkah lanjutan. Lalu, jika Anda juga telah melakukan tes mandiri atau memeriksakan Anabul ke dokter hewan dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa penyebab perut kitten buncit adalah FIP tipe Basah (Wet FIP).
Maka tindakan cepat dan pengobatan perlu segera dilakukan demi menyelamatkan nyawa kitten. Dulu, FIP dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya (incurable). Namun, berkat kemajuan sains, kini harapan itu nyata.
Kunci penyembuhan perut kitten buncit akibat cairan FIP adalah penggunaan antivirus yang mampu menembus sel dan menghentikan replikasi virus. Salah satu solusi terdepan yang praktis dan efektif saat ini adalah Obat FIP Tablet dari NusaPet.
Mengapa Harus Memilih Pengobatan dari NusaPet untuk Mengatasi Perut Kitten Buncit Akibat FIP?

Format Tablet Oral yang Praktis Banyak pemilik kucing merasa ngeri atau tidak tega jika harus menyuntik kitten mereka setiap hari selama 84 hari (durasi standar pengobatan FIP). Bekas suntikan sering menyebabkan luka atau stres berat pada kucing. NusaPet menghadirkan inovasi obat FIP dalam bentuk tablet oral. Anda cukup menyuapkannya seperti memberikan vitamin biasa.
Itulah ulasan mengenai topik bahayakah perut kitten buncit dan fakta serta solusinya. Untuk membeli Obat FIP Tablet Nusapet, Anda bisa langsung saja mengklik pada gambar produk atau melalui klik tautan pembelian secara online atau daring di marketplace berikut ini.
Segera beli obat FIP tablet Nusapet karena ada diskon flash sale promo bulan ini untuk membantu kesembuhan kitten ynag membuncit karena FIP basah! Harapan kitten ada di tangan Anda!


